Lampung, Bukan Soal Debris-nya, Tapi Cara Kita Menanggapinya
Semalam ada kejadian debris yang jatuh di Lampung.
Jujur, hal pertama yang gue rasain bukan penasaran, tapi khawatir.
Khawatir kalau ada yang kena,
kalau ada korban,
atau kalau ini ternyata bukan hal kecil.
Tapi yang bikin gue kepikiran justru bukan kejadian itu sendiri.
Melainkan reaksi orang-orang.
Di beberapa komentar, terutama di TikTok, banyak yang malah bercanda.
Bikin jokes, santai banget, seolah itu hal biasa.
Dan gue nggak tahu harus ngerasa gimana.
Mungkin buat sebagian orang, itu cara buat mengurangi rasa takut.
Atau mungkin memang nggak terasa “dekat” jadi nggak terlalu dianggap serius.
Tapi tetap aja terasa aneh.
Kadang kita terlalu cepat menganggap sesuatu sebagai hiburan,
padahal bisa jadi itu peringatan.
Bukan cuma soal debris.
Tapi soal bagaimana sesuatu yang nggak kita duga bisa terjadi kapan saja.
Dan mungkin, ini bukan soal harus jadi panik.
Tapi lebih ke… sadar.
Bahwa kita nggak selalu pegang kendali.
Dan di situ harusnya ada rasa hati-hati,
bukan cuma candaan.
Setidaknya,
bisa jadi pengingat buat diri sendiri.
Bahwa nggak semua hal harus dijadikan bahan bercanda.
Comments
Post a Comment